Inilah Niat dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Inilah Niat dan Keutamaan Puasa Dzulhijjahlokercilacap.my.id Umat muslim diseluruh dunia sebentar lagi akan merayakan Idul Adha, ini merupakan salah satu hari raya selain idul fitri. Layaknya Idul Fitri, jelang Idul Adha umat muslim akan menjalankan puasa meskipun puasa jelas idul adha bukanlah sebuah kwajiban. Namun, dengan melaksanakan puasa jelang idul adha, keutamaanya atau manfaatnya tidak kalah dengan puasa wajib ramadhan. Pada kali ini kita akan membahas mengenai Niat dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah, tapi sebelum itu kita akan membahas terlebih dahulu tentang sejarah idul adha itu sendiri.

Sejarah Idul Adha

sejarah Idul Adha berawal ketika Ibrahim atau Nabi Ibrahim terus menerus bermimpi menyembelih putra kesayangannya, Ismail, untuk memenuhi keinginan Tuhan.

Ibrahim tahu bahwa ini adalah perintah dari Tuhan, dan dia berbicara kepada putranya tentang mimpi itu. Dia menjelaskan bagaimana Tuhan ingin dia melakukan pengorbanan dan Ismail, yang juga seorang hamba Tuhan, setuju dengan ayahnya dan memintanya untuk menuruti keinginan Allah. Setan menggoda Ibrahim dan mencoba mencegahnya untuk melakukan pengorbanan, tetapi dia menghindarinya dengan melemparinya dengan batu.

Allah melihat pengabdian mutlak Ibrahim dan mengirim Jibril (Malaikat Jibril) membawa seekor domba untuk disembelih.

Jibril memberi tahu Ibrahim bahwa Allah senang dengan pengabdiannya kepadanya dan mengirim domba untuk disembelih menggantikan putranya. Sejak saat itu, kurban sapi atau kambing menjadi bagian utama dari perayaan Idul Adha

Berikut Adalah Niat Puasa Dzulhijjah Berikut Ini

Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah:

“Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”

Niat puasa sunnah pada 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah):

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah):

“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Karena puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunah, bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya, yakni pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut adalah lafal niat ketika siang hari:

Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah:

“Nawaitu shauma hadzal yaumi’an ada’i syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’ala.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Dilipatgandakan pahalanya adalah salah satu keutamaan puasa sunnah Dzulhijjah. Pahala ibadah pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah mendapat pahala berlipat ganda daripada ibadah di bulan lain.

Rasulullah bersabda, yang artinya, “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)

Keutamaan lainnya adalah penghapusan dosa. Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.